Business Storytelling
Susun struktur dulu, baru slide: 20 menit yang menyelamatkan presentasi Anda

Sebagian besar presentasi sudah gagal sebelum deck-nya dibuka. Satu kebiasaan sederhana dalam menyusun struktur yang mengatasi mayoritas masalah business storytelling.
Masalah presentasi yang paling sering kami temui bukanlah rasa gugup, tempo bicara, atau desain slide. Masalahnya adalah presenter sudah mulai membuat slide sebelum memutuskan apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan.
Tulis satu kalimatnya terlebih dahulu
Sebelum membuka software apa pun, tulislah satu kalimat: apa yang Anda ingin audiens yakini, dan apa yang Anda ingin mereka lakukan. Jika Anda tidak bisa menuliskannya dalam satu kalimat, presentasi Anda belum siap — pemikirannya belum tuntas.
Ini memang tidak nyaman, karena membuat slide terasa seperti kemajuan, sedangkan berpikir tidak. Namun dua puluh menit di tahap ini menghemat berjam-jam revisi di kemudian hari.
Lalu bangun kerangkanya
Di bawah kalimat tersebut, tuliskan tiga klaim yang harus benar agar audiens bisa menerimanya. Ketiga klaim itulah bagian-bagian presentasi Anda. Apa pun yang tidak mendukung salah satunya cukup masuk lampiran.
Tim yang menerapkan kebiasaan ini secara konsisten melaporkan deck yang lebih ringkas, rapat yang lebih singkat, dan — ini yang terpenting — lebih banyak keputusan yang benar-benar diambil di dalam ruangan.



